Saturday, December 11, 2004

Virus

Virus, pada zaman sekarang ini sudah terlalu banyak orang yang meneliti tentang virus dan itulah yang terjadi. Ada dua orang peneliti suami-istri di daerah Arizona yang bersuhu cukup tinggi. Sang suami yang tiap harinya berada di ruangan lab. dan sang istri yang setiap harinya selalu setia menemani sang suami dalam berbagai macam penelitian dan percobaan.

Sang suami bernama Roger Lewinszky dan sang istri bernama Chatarina Lewinszky. Kedua peneliti ini sama-sama memiliki gelar kedokteran dan telah hidup bersama kira-kira lima tahun lamanya dan sampai sekarang masih belum juga dikaruniai anak. Saat ini mereka sedang meneliti sebuah jenis virus yang sudah lama ditinggalkan.

Virus ini bernama ‘ebola’. Virus tersebut merupakan virus yang sangat mematikan, serangannya berlangsung sangat singkat dan dapat membunuh semua sel yang hidup hanya dalam waktu paling lama dua minggu. Virus ‘ebola’ tersebut pernah mewabah di daerah Zaire, Afrika. Virus ini biasanya menyerang jenis kera yang dinamakan ‘Virus ebola-Reston’, kera tersebut sebenarnya tidak akan mati hanya saja karena terkena gejala malas, ngantuk, dan tidak mau makan , sehingga kera itu lambat laun akan mati.

Suatu saat sewaktu Chatarina sedang melakukan penelitian sendirian di ruang lab.-nya tanpa sengaja virus yang telah dikristalkan*1 itu menjadi mencair karena ketumpahan suatu cairan kimia dan virus yang telah lama dikristalkan itu menjadi hidup dan aktif kembali. Tanpa menunggu waktu lagi virus tersebut langsung menjangkiti Chatarina.

Waktu Roger pulang ke rumah dan melihat istrinya sudah terkapar di lantai dengan tanpa menggunakan baju steril (sejenis pakaian astronout) dan seluruh bagian tubuh dan wajah sang istri sudah sangat memprihatinkan sekali. Seluruh tubuhnya seperti sudah kehilangan darah sama sekali, ia kelihatan sangat-sangat pucat sekali. Namun ia sebagai seorang ahli tidak langsung mengeluarkan istrinya dari ruangan lab. tersebut. Diambilnya sedikit darah istrinya sebagai darah contoh, lalu ditidurkannya Chatarina di tempat tidur steril yang ada di ruang lab. mereka.

Setelah cukup lama diteliti akhirnya Roger menyadari bahwa istrinya itu telah terserang virus yang paling ganas, ‘ebola’! Langsung segera ia pergi ke laboratorium di tempatnya bekerja, lalu ia meminta bantuan dari beberapa teman-temannya. Maka pergilah mereka semua ke rumah Roger. Sampai di sana salah seorang temannya ada yang tidak percaya bahwa virus yang telah begitu lamanya terpendam dalam kristalan dapat aktif lagi dan menganggap kalau itu hanya cerita bualan Roger untuk mengelbui teman-temannya itu.

Temannya Roger itu langsung membuka tempat tidur steril tempat di mana istrinya itu berbaring. Dan karena ia begitu terburu-buru hingga tidak menggunakan baju steril, maka hanya dalam kurang lebih 1 menit gejala-gejala langsung saja muncul dalam dirinya. Tiba-tiba saja tenggorokkannya seperti tersumbat, ia menjadi sangat sulit untuk bernapas. Lalu dari lubang hidungnya keluar darah dan dengan seketika wajahnya sudah pucat*2. Karena tidak tahan maka ia berlari keluar ruangan lab. tanpa berpikir panjang lagi walau telah dicegat oleh teman-temannya itu. Padahal bila ia keluar dari ruangan lab., virus itu akan langsung menyebar kemana-mana.

Wah, ini baru yang namanya super gawat! Virus itu akan menjangkiti seluruh warga Arizona hanya dalam waktu 24-48 jam. Apa saja yang berupa sel hidup akan dihinggapi oleh virus tersebut dan dengan daya menghancurkan se-per-seribu detik, maka semua warga Arizona akan cepat menghilang.

Dalam sekejap saja korban-korban mulai berjatuhan walau beberapa orang medical telah diberitahu agar memakai baju steril dan menyuntikkan vaksin agar ada orang yang mampu untuk mengobati/merawat korban-korban itu. Dan dalam sekejap pula semua rumah sakit-rumah sakit telah penuh oleh pasien-pasien yang terkena virus ‘ebola’ ini.

Roger tentu saja merasa sangat bersalah sekali sebagai orang yang melakukan penelitian itu. Ia sangat mengkhawatirkan istrinya dan juga seluruh warga kota Arizona. Ia dan beberapa orang temannya yang masih sehat itu telah terus mencoba untuk menemukan obat atau lebih tepat dikatakan serum untuk menyembuhkan para korban.

Telah mereka coba untuk menggunakan cairan kimia yang tak sengaja tertumpahkan oleh Chatarina. Mereka telah mencoba sejuta cara tapi tetap saja belum dapat diketemukan dan mereka sudah mendekati keputus-asaan. Di saat-saat itu, Roger datang mendekati istrinya yang telah terkapar lemah itu lalu menggenggam tangannya erat-erat dan karena ia telah putus asa maka ia membuka sarung tangan sterilnya. Ia berpikir paling tidak istrinya tidak akan pergi ke surga sendirian.

Pada saat Roger menggengam tangan istrinya, ia merasakan ada luka kecil pada jari Chatarina. Mendadak ia langsung berdiri seakan-akan telah mendapatkan jawabannya. Lalu ia pergi ke tempat saat ia menemukan istrinya dan ia melihat-lihat di sekitar lantai dan ia menemukan segumpal darah yang sudah hampir mengering. Ia mengambilnya dan menelitinya. Dan ternyata DNA/RNA darah tersebut sama dengan milik istrinya itu.

Ia lalu mengambil beberapa cairan serum, cairan kimia, dan obat juga darah istrinya yang masih bersih (yang mengering di lantai). Kemudian ia melakukan beberapa kali percobaan singkat dan akhirnya setelah ia benar-benar yakin, dicobakannya cairan serum buatannya itu pada istrinya kondisinya sudah semakin parah. Namun setelah disuntikkan cairan serum tersebut keadaan istrinya langsung berangsur-angsur menjadi pulih.

Betapa bahagianya hatinya itu, lalu ia menyuntikkan sedikit serum tersebut pada tubuhnya sudah mulai melemah itu. Setelah kondisinya sudah lumayan pulih, ia segera meminta istrinya itu untuk mendonorkan darahnya walau tidak sampai setengah kantung yang biasa yang dipakai di palang merah karena istrinya juga baru saja sembuh. Cairan itu kemudian dikembangkan dengan beberapa cairan lainnya sehingga terbentuk dalam jumlah yang cukup untuk semua warga Arizona yang terkena wabah virus tersebut, tentu saja dengan bantuan seluruh temannya yang tadinya juga sempat putus asa karena takut tidak mampu menemukan penawarnya.

Akhirnya seluruh cairan serum itu disebarluaskan di seluruh rumah sakit yang ada di Arizona. Hingga akhirnya habislah virus ganas itu. Menurut pernyataannya kepada beberapa media, serum itu dibuat atas dasar benda/cairan/molekul/sel pembuat aktifnya virus ‘ebola’ tersebut, yaitu sel darah istrinya, Chatarina. Sel darahnya yang merupakan sel hidup yang terdiri dari DNA/RNA yang hidup yang diperkirakan menetes pada kristalan virus, telah membuat virus tersebut menjadi hidup dan aktif kembali.

Setahun kemudian, akhirnya keinginnan mereka berdua yang telah lama terpendam menjadi terkabulkan. Akhirnya Chatarina mengandung dan melahirkan sepasang anak kembar yang sehat, yang satu laki-laki dan yang satunya perempuan. Mereka telah bertekad bahwa setelah kejadian itu, mereka tidak akan melakukan hal apapun lagi yang berhubungan dengan penelitian. Katanya mereka tidak mau membuat masalah lagi, apalagi masalah besar seperti virus ‘ebola’ itu. Mereka hanya akan menganggapnya sebagai sejarah hidup mereka.


*1 virus dapat dikristalkan dan saat dikristalkan, virus menjadi tidak hidup/ tidak aktif.
*2 gejala-gejala bagi manusia yang terserang ebola.


(sekitar tahun 2002, waktu itu sempet nonton semacem film yg ada virusnya gini, terus begitu belajar biologi~virus di kls I smu, baru tau kalo film itu tuh ternyata berhubungan dengan ebola.)


The End

0 Comments:

Post a Comment

<< Home